Kalo suatu hari saya disuruh milih, bagian tubuh mana yang mau dibuang, saya akan pilih MULUT. Bukan ga mau ngomong lagi. Karena, kalo ga bisa ngomong, itu namanya "membuang pita suara". Alasannya, emang ternyata mulut itu adalah bagian tubuh yang sangat merepotkan. Mungkin karena itu, Tuhan cuma ngasih kita satu buah mulut. Satu aja udah setengah mati, apalagi kalo ada dua atau tiga... wah wah....
Pertama, mulut itu jahat. Kata-kata yang jahat, kejam, gosip dan semua yang bisa nyakitin orang, datengnya dari mulut kita. Emang sih, otak dan perasaan juga ikut berperan. Tapi... Mulut inilah yang menentukan hasil akhir apakah omongan tersebut keluar atau tidak.
Perasaan berkata, "tu cewek najis abis!!", lalu otak berkata, "Omongin balik!!", maka mulut pun mengambil keputusan!! "Eh... loe tau ga sih... bla bla bla".
Kedua, diet saya gagal gara-gara saya ingin memuaskan si mulut ini. Yup... Ga suka makan sayur, ga suka makan sambel, ga suka obat, semua itu karena indra perasa yang ada di mulut. Kebalikan dari itu, ga bisa nahan diri untuk ga makan chicken rice, fetucinni, dan sop buntut, ya karena mulut ini juga. Padahal, setelah makanan tersebut lewat dari mulut, habis perkara kok!! Diet untuk ga makan yang asin2 dan manis2 juga jadi susah karena mulut saya ini demanding banget sama yang namanya garem atau kecap asin.
Yah... tapi saya rasanya harus lebih bersyukur dengan keberadaan mulut ini. Soalnya, dari mulut saya ini tercipta sebuah senyum, keluar kata-kata pujian, dan juga berkat dan dorongan buat temen-temen saya...
No comments:
Post a Comment
Terima kasih atas komentarnya :)